Persyaratan KPR yang perlu kamu ketahui sebelum mengajukan kredit rumah Subsidi/non Subsidi



Persyaratan KPR
Apa saja sih persyaratan KPR? Sebelum mengulas lebih jauh tentang syarat dan ketentuan kpr, alangkah baiknya kita membahas singkat tentang mengenai kpr dari awal. Kredit Pemilikan Rumah (KPR) ialah suatu fasilitas kredit yang diberikan dari perbankan untuk para nasabah perorangan yang ingin membeli ataupun memperbaiki rumah. Saat ini di Indonesia mengenal dua type kpr yaitu:
a) KPR bersubsidi yakni kredit yang diperuntukan untuk masyarakat yang berpenghasilan menengah ke bawah. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan akan perumahan atau perbaikan rumah yang telah dimiliki.
b) KPR Non Subsidi ialah fasilitas KPR yang diperuntukan untuk seluruh masyarakat. Persyartan serta ketentuannya diatur oleh pihak bank sehingga besar kredit serta suku bunga diatur sesuai kebijakan bank pemberi Kpr tersebut.
Mengapa menggunakan Kpr?
Dan apa saja keuntungannya apabila memakai sistem KPR? Diantaranya yaitu:
Anda tak perlu khawatir dengan dana tunai. Dengan memakai sistem KPR, Anda tak perlua dana tunai untuk membeli sebuah rumah. Anda cukup menyediakan uang muka saja. Dengan system kpr ini, Anda tak perlu mempunyai dana tunai di awal, karna KPR memiliki rentang waktu yang cukup panjang, maka cicilan kreditan pun bisa diiringi dengan ekspektasi peningkatan penghasilan. Selain mengumpulkan dokumen untuk syarat dan ketetapan KPR, Anda tentunya perlu tahu mengenai biaya prosesnya. lazimnya fasilitas KPR, pemohon akan dibebankan beberapa biaya, diantaranya: biaya appraisal, biaya notaris, provinsi bank, biaya asuransi kebakaran, biaya premi asuransi jiwa selama masa kredit.
Syarat-syarat KPR
Ada beberapa persyaratan dasar untuk pengajuan KPR. Salah satunya, Anda minimal harus berusia 21 tahun. Serta Anda harus memiliki pekerjaan atau penghasilan tetap sebagai pegawai tetap/wiraswasta/professional dan masa kerja minimal 1 tahun (untuk pegawai) atau 2 tahun (professional/wiraswasta). Dokumen persyaratan KPR yang Anda perlukan diantaranya:
- Fotokopi KTP/Paspor/KITAS/KITAP
- Slip gaji bulan terakhir/Surat Keterangan Gaji
- Fotokopi Rekening Koran
- Fotokopi Surat Izin Praktek
- Fotokopi Akte Perusahaan dan atau SIUP dan NPWP
- Fotokopi Tagihan Bulanan Kartu Kredit 1 Bulan Terakhir
- Fotokopi Kartu kredit
Selain memperhatikan dokumen persyaratan KPR, alangkah baiknya kita juga mengetahui poin-poin penting pada saat mengajukan KPR. Apa saja poin-poin penting yang perlu Anda perhitungkan? Diantaranya yakni:
- Jika rumah yang kita beli dari perorangan, pastikan sertifikat tak bermasalah dan ada IMB sesuai dengan kondisi bangunannya
- Jika membeli rumah dari developer, pastikan bahwa mereka telah mempunyai ijin-ijin, antara lain :
a. Ijin Peruntukan Tanah : Ijin Lokasi, Aspek Penata-gunaan lahan, Site Plan yang telah disahkan, dsb.
b. Prasarana sudah tersedia
c. Kondisi tanah matang
d. Sertifikat tanah minimal SHGB atau HGB Induk atas nama developer
e. IMB Induk
- Kenali reputasi penjual. Pastikan bagaimana track record si penjual (perorangan atau developer) dengan hasil bangunannya
- Jangan lakukan transaksi jual beli di bawah tangan. Jika rumah yang Anda beli dalam status jaminan bank, maka lakukan pengalihan kredit pada Bank yang bersangkutan dan dibuat akte jual beli di hadapan pihak notaris. Jangan lakukan transaksi pengalihan kredit "di bawah tangan" atau dasar kepercayaan. Tanda bukti jangan hanya berupa kwitansi biasa karena bank tidak mengakui transaksi seperti ini.
Dengan mengenal kembali apa itu KPR, jenisnya, biaya prosesnya, persyaratan ataupun hal-hal penting saat pengurusan, diharapkan Anda bisa mempersiapkan lebih matang lagi dalam mengajukan KPR.
Semoga bermanfaat..
Boleh di share jika berkenan!

source: rumah123.com

Mungkin Anda Juga Menyukai: